Skripsi konsumsi fast food lemak tubuh

Tinjauan Umum Tentang Remaja Masa remaja adalah masa yang menyenangkan, namun juga merupakan masa yang kritis dan sulit, karena merupakan masa transisi atau masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan aspek fisik, psikis dan psikososial Dariyo, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara konsumsi fast food dan tingkat aktivitas fisik terhadap obesitas pada kelompok usia tahun.

Individu mengalami perkembangan psikologi dan pola identifikasi dari anak-anak menjadi remaja. Lemak membantu pengeluaran cairan lambung serta memberikan rasa kenyang setelah makan. Keluhan Sindrom Pramenstruasi Menstruasi tidak hanya keluarnya darah dari vagina, terkadang disertai dengan keluhan atau disebut juga sindrom pramentsruasi PMS.

Sebagian besar contoh penelitian yaitu Data dari National Health dan Nutrition Examination Survey NHANES yang melakukan perbandingan pada tahun dengandengandan dengan di Amerika, terdapat bahwa prevalensi obesitas yang terjadi pada pria meningkat secara signifikan.

Banyaknya energi yang dibutuhkan tergantung banyak otot yang bergerak, berapa lama dan berapa berat pekerjaan yang dilakukan. Individu mengalami perkembangan psikologi dan pola identifikasi dari anak-anak menjadi remaja.

HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DAN TINGKAT

Didalam makanan termaksud jenis fast food terdapat berbagai macam asupan yang sifatnya saling mendukung, untuk terciptanya status gizi yang baik dan seimbang, namun jika berlebihan akan mengakibatkan obesitas atau kegemukan.

Aktivitas fisik pada remaja digolongkan menjadi tiga tingkatan yaitu, aktivitas ringan, aktivitas sedang, dan aktivitas berat. Karbohidrat yang terkandung dalam makanan umumnya ada 3 jenis, yaitu monosakarida, disakarida, dan polisakarida.

Data diambil dengan cara mengukur berat badan dengan timbangan berat badan injak merk Camry, mengukur tinggi badan dengan pengukur tinggi badan merk Stature meter.

The data of skin fold thickness collected by measurement used skinfold caliper. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli - Agustus Lemak juga merupakan salah satu sumber energi, dalam setiap gram dari lemak dapat memberikan 9 kkal, lebih dari dua kali lipat jumlah energi yang diberikan oleh karbohidrat.

Selain makanan, bahkan minuman bersoda pun memiliki kalori yang cukup tinggi dan tentu saja jika tidak dikontrol dengan baik akan menimbulkan bahaya. Hal tersebut yang diduga menjadi penyebab meningkatnya prevalensi obesitas. Semakin baik konsumsi pangan seseorang, maka usia menarche semakin awal Lusiana dan Dwiriani Frekuensi makan terkait dengan susunan makanan yang dikonsumsi setiap hari untuk mencukupi kebutuhan tubuh, baik kuantitas maupun kualitasnya menunjukan adanya zat gizi yang diperlukan oleh tubuh dalam susunan makanan.

Subject were students of SLTP, aged year old samples for obesity were obtained by random sampling. Lama menstruasi adalah jumlah hari menstruasi pada satu periode. Beberapa tahun terakhir ini, banyak didirikan tempat-tempat penjualan fast food di beberapa kota besar di Indonesia terutama di tempat yang strategis di Mall, supermarket bahkan bermunculan di pinggiran jalan.

Hubungan bersifat negatif artinya semakin rendah aktivitas fisik maka kejadian sakit kram di bawah perut akan meningkat. Walaupun pengetahuan merupakan bagian dari kawasan perilaku namun tidak menjamin bahwa seseorang dengan pengetahuan yang cukup memiliki perilaku yang sama Thaha, Berbagai macam makanan sering kita jumpai seperti makanan cepat saji yang makin banyak pada zaman modern sekarang.

Hal tersebut yang diduga menjadi penyebab meningkatnya prevalensi obesitas. Frekuensi makan yang seperti itu sudah lazim digunakan pada remaja. Istilah ini menunujukan masa dari awal pubertas sampai tercapainya kematangan.

Asupan Lemak Lemak merupakan zat gizi yang padat, energi, nilai kalorinya 9 kalori setiap gram lemak. This research was observational with cross sectional draft research.prevalensi obesitas dan hubungan konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada remaja sltp kota dan desa di daerah istimewa yogyakarta PENGARUH ALAT PENYAJIAN DISPOSABLE TERHADAPSISA MAKANAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAPRSUP Dr.

KARIADI SEMARANG. Fast food merupakan makanan siap saji yang mengandung tinggi kalori, tinggi lemak, dan rendah serat. Konsumsi yang tinggi terhadap makanan fast food diduga dapat menyebabkan obesitas karena kandungan dari makanan fast food tersebut.

Kebiasaan konsumsi fast food adalah jumlah konsumsi fast food dalam rentan waktu satu bulan terakhir yang diukur dengan FFQ. Asupan gizi adalah jumlah asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium dan besi yang diukur dengan Food Recall.

FFQ fast food adalah kuesioner yang menggambarkan frekuensi responden dalam mengkonsumsi beberapa jenis makanan dan minuman dalam satu bulan. Food. pola konsumsi, meliputi makanan pokok, fast food, maupun soft drink tidak memiliki hubungan dengan usia menarche (p>0,05).

Kesimpulan penelitian ini adalah semakin berlebih status gizi, persen lemak tubuh, konsumsi protein semakin dini usia menarche. Saran penelitian adalah menormalkan status gizi dan persen lemak tubuh, menjaga pola konsumsi, dan meningkatkan aktivitas fisik agar tidak terjadi.

HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI FAST FOOD DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN

dengan kebiasaan konsumsi karbohidrat, protein, lemak, fast food, minuman manis, sayur dan buah, serta aktifitas fisik siswa. Penelitian dilakukan di dua lokasi yaitu SDN Leuwiliang 2. the fast food consumption frequency collected by form food frequency in the last one month and the data of physical activity collected by record physical activity for 3 days.

The data of skin fold thickness collected by measurement used skinfold caliper.

Skripsi konsumsi fast food lemak tubuh
Rated 3/5 based on 47 review